Ingin Hidup Hingga 100 Tahun Seperti Warga China?

Qintong-China-An-elderly-farmer-at-homeChina memang dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk yang berumur panjang terbanyak di dunia, obat dari ribuan tahun lalu juga yang turun-temurun berasal dari China. Pengobatan tradisional yang sudah beredar di dunia tak terlepas dari peranan warga China, bahkan warganya bisa mencapai 100 tahun lebih. Meskipun mereka sudah mengalami perang, kelaparan, tinggal di gubuk, dijajah bahkan makan tidak teratur tapi mereka tetap bisa memiliki usia yang panjang di bumi.

Sebuah pulau tropis bernama Hainan adalah kesaksian dari umur panjang yang dimiliki oleh warga China, desa yang dihiasi oleh perkebunan jeruk yakni desa Chengmai ini memiliki sekitar 560.000 jiwa yang menjadi penduduk disana, bahkan lebih dari 200 warganya sudah memiliki usia yang diatas 100 tahun. Jadi Rasio warga yang berumur panjang di dunia masih di pegang oleh China.

Disana orang yang memiliki usia diatas 100 tahun disebut Centenarian, di Chengmai setida ada 3 orang yang disebut dengan ‘Supercentenarian’. Apa itu Supercentenarian? Itu adalah sebutan yang ditujukan untuk orang yang sudah mencapai usia lebih dari 110 tahun. Orang yang berhasil mencapai usia tersebut jumlahnya diperkirakan tak sampai 400 orang di seluruh dunia untuk saat ini.

Ternyata penyebab umur di China panjang tak terlepas dari pola makan yang di jalani oleh warga Chengmai sehingga daya tahan tubuh mereka tetap stabil. Tak hanya itu ternyata kebersamaan keluarga dan tanah yang kaya selenium, apabila ditanya kepada mereka pasti banyak yang menjawab karena minum alkohol tiap hari dan rajin mendengar opera serta makan minyak kacang.

Li Aizhu seorang narasumber sekaligus seorang supercentenarian yang lahir pada tahun 1900 dan berusia 113 dirinya setiap hari hanya tidur-tiduran di kamar tidur kecilnya yang terbuat dari beton dengan sebuah kipas angin listrik yang selalu menyala untuk mengusir suhu panas bahkan di kesibukannya dia sering menonton bebek berlenggak-lenggok di depan rumahnya.

Li Aizhu sendiri adalah orang yang memiliki umur tertinggi di desanya, menjadi selebriti di desa bahkan hanya dengan duduk di bangku kayu di ruang tamu sederhananya ia berhak menerima uang 500 yuan setiap bulannya atau setara Rp 816 ribu per bulan serta pengobatan gratis dari pemerintah.

Meskipun sudah menghadapi kejadian yang luar biasa sepanjang sejarah seperti di jajah oleh Jepang dan juga transisi ekonomi yang menjadi pasar bebas, warga Chengmai tetap saja melakukan apa yang mereka selalu perintah termasuk bercocok tanam bahkan kerja paksa.

“Olahraga atau aktivitas fisik terberat yang pernah saya jalani hanyalah bercocok tanam” ujar salah sayu nara sumber di Chengmai bernama Wang Kailu yang tinggal di gubuk beton sederhana bersama istrinya, Wu Aihe. Bahkan sekitar 68 tahun silam, pasangan ini mengklaim menikah sehari setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II.

Seorang dari China Environment and Health Initiative of the US-based Social Science Research Council bernama Jennifer Holdaway juga pernah mengunjungi desa Chengmai beberapa tahun lalu, menurut kesaksiannya disana rahasia orang panjang umur adalah perekonomian yang berpusat pada pertaniannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s